Gaya Hidup

Prancis Andalkan Lini Depan Mematikan Hadapi Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia

Avatar photo
9
×

Prancis Andalkan Lini Depan Mematikan Hadapi Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
Prancis Andalkan Lini Depan Mematikan Hadapi Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia


PRESSCORNER.ID – Tim nasional Prancis membawa modal lini serang yang tajam saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia, Selasa (30/6/2026).

Meski tampil sempurna di fase grup, pelatih Didier Deschamps masih berupaya menyempurnakan keseimbangan tim, terutama di sektor kiri pertahanan dan serangan.

Prancis lolos sebagai juara Grup I dengan catatan sempurna setelah mengalahkan Senegal, Irak, dan Norwegia. Les Bleus mencetak total 10 gol sepanjang fase grup.


Ketajaman lini depan Prancis ditopang trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise yang dinilai menjadi salah satu kombinasi penyerang paling berbahaya di turnamen.


Meski demikian, Deschamps masih menyoroti performa sisi kiri timnya. Theo Hernandez dinilai belum tampil meyakinkan di posisi bek kiri sehingga Lucas Digne diperkirakan akan menjadi starter saat menghadapi Swedia.


Kehadiran Digne diharapkan mampu memberikan pertahanan yang lebih solid sekaligus distribusi bola yang lebih baik dari sisi lapangan.


Di lini depan, Bradley Barcola diperkirakan menggantikan Desire Doue di sektor sayap kiri. Deschamps menginginkan pemain yang memiliki kecepatan, mampu melakukan transisi lebih cepat, dan memberikan lebar permainan untuk melengkapi kombinasi Olise, Mbappe, dan Dembele.


Perubahan tersebut diyakini tidak akan mengubah keseimbangan permainan Prancis, tetapi dapat membuat sisi kiri tim lebih efektif menghadapi Swedia yang diprediksi bermain bertahan, mengandalkan bola mati, serta mencoba memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Prancis.


Kabar baik bagi Les Bleus adalah kembalinya William Saliba di jantung pertahanan yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas lini belakang.


Di lini serang, Mbappe kembali menjadi andalan utama. Sementara itu, Dembele tampil impresif usai mencetak hattrick ke gawang Norwegia, sedangkan Michael Olise terus menunjukkan kreativitasnya dalam membangun serangan.


Prancis juga memiliki kedalaman skuad yang sangat baik dengan sejumlah pemain seperti Barcola, Desire Doue, Rayan Cherki, Jean-Philippe Mateta, dan Marcus Thuram yang siap memberikan kontribusi dari bangku cadangan.


Di kubu lawan, Swedia melaju ke fase gugur sebagai runner-up Grup F di bawah Belanda. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, kemudian kalah 1-5 dari Belanda sebelum bermain imbang 1-1 melawan Jepang.


Meski tidak terlalu diunggulkan, Swedia tetap memiliki kekuatan fisik dan organisasi permainan yang dapat merepotkan Prancis apabila lawannya gagal memanfaatkan peluang sejak awal pertandingan.


Mantan penyerang Inggris Gary Lineker menilai peluang Swedia menciptakan kejutan cukup kecil karena kualitas lini depan Prancis jauh lebih unggul.


“Swedia memiliki Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Anthony Elanga. Mereka bukan tim yang buruk, tetapi daya gedor mereka masih jauh di bawah Prancis,” ujar Lineker kepada harian olahraga Prancis L’Equipe.


Ia mengakui Prancis berpotensi rentan terhadap serangan balik karena memainkan banyak pemain ofensif, seperti yang terlihat saat menghadapi tim lapis kedua Norwegia.


Namun, menurutnya, Les Bleus tetap memiliki kemampuan mencetak gol lebih banyak dibandingkan lawan-lawannya.


Apabila mampu mengalahkan Swedia, Prancis akan melaju ke babak 16 besar dan menghadapi pemenang pertandingan antara Jerman dan Paraguay.