Gaya Hidup

Aksi Fans Jepang Bersih-Bersih Stadion Viral di Piala Dunia 2026

Avatar photo
13
×

Aksi Fans Jepang Bersih-Bersih Stadion Viral di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Aksi Fans Jepang Bersih-Bersih Stadion Viral di Piala Dunia 2026


PRESSCORNER.ID – MONTERREY, Meksiko. Kemenangan telak 4-0 yang diraih tim nasional Jepang atas Tunisia pada laga Piala Dunia, Sabtu (20/6/2026), tidak hanya mencuri perhatian karena performa di lapangan.

Setelah pertandingan, para pendukung Jepang kembali menjadi sorotan dunia karena tetap bertahan di stadion untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan di tribun.

Aksi tersebut dilakukan setelah laga yang tercatat sebagai pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia. Para suporter Jepang terlihat memungut gelas plastik, botol, kemasan makanan, dan berbagai jenis sampah lainnya sebelum meninggalkan stadion di Monterrey, Meksiko.

Tradisi membersihkan area publik setelah digunakan dikenal di Jepang dengan istilah gomi hiroi. Praktik ini mencerminkan budaya tanggung jawab terhadap ruang bersama yang telah lama tertanam dalam kehidupan masyarakat Jepang.

Bentuk Penghormatan kepada Tuan Rumah

Salah seorang suporter Jepang, Ken Okawa (30), mengaku senang dapat membawa tradisi tersebut dalam pengalaman pertamanya menyaksikan Piala Dunia secara langsung.

“Kami adalah tamu di Meksiko. Saya telah diperlakukan dengan sangat baik, jadi ini adalah cara saya untuk menunjukkan rasa terima kasih.” katanya.

Menurut Okawa, menjaga kebersihan lingkungan yang digunakan bersama merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat dan negara tuan rumah yang telah menyambut para pendukung Jepang dengan baik.

Kebiasaan yang Ditanamkan Sejak Usia Dini

Budaya menjaga kebersihan bukanlah hal baru bagi masyarakat Jepang. Sejak usia sekolah, anak-anak di Jepang diajarkan untuk membersihkan ruang kelas mereka sendiri setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Kebiasaan tersebut kemudian terbawa hingga dewasa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Miku Takeya (41) mengatakan bahwa kebiasaan merapikan dan membersihkan area yang digunakan sudah menjadi sesuatu yang dilakukan secara otomatis.

“Ini adalah bagian alami dari budaya kami. Kami melakukan ini untuk memastikan bahwa segala sesuatu yang kami gunakan ditinggalkan dalam keadaan bersih sehingga orang berikutnya dapat menggunakannya dengan nyaman.” ujarnya.

Viral di Media Sosial Selama Piala Dunia

Aksi para pendukung Jepang membersihkan stadion setelah pertandingan tim berjuluk Samurai Blue sebenarnya bukan fenomena baru. Namun, dokumentasi yang beredar di media sosial selama gelaran Piala Dunia tahun ini kembali menjadi viral dan mendapatkan pujian dari berbagai negara.

Sebelum pertandingan melawan Tunisia, Gubernur Negara Bagian Nuevo León, Samuel García, bahkan mengungkapkan bahwa sekitar 20.000 kantong sampah telah disiapkan untuk dibagikan di stadion, area Fanfest, dan sejumlah lokasi wisata lainnya.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari para pendukung Jepang, sebagaimana dilaporkan media lokal.

Dianggap Hal Biasa oleh Masyarakat Jepang

Meski mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional, banyak warga Jepang menilai kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang istimewa.

Ichiro Oyo (27) mengatakan bahwa membersihkan area yang digunakan merupakan bagian dari norma sosial yang berlaku di Jepang.

“Ini adalah hal yang umum dan wajar di Jepang.” terangnya.

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh banyak suporter lainnya yang menganggap kebiasaan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi, bukan aksi yang dilakukan untuk mencari perhatian.

Membawa Budaya Jepang ke Panggung Dunia

Meski demikian, sebagian pendukung Jepang mengaku bangga karena nilai-nilai budaya yang mereka pegang kini mendapat apresiasi dari masyarakat internasional.

Ryo Matsuoka (32) menilai bahwa perhatian dunia terhadap kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa budaya disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi contoh positif di tingkat global.

“Saya pikir merupakan kebanggaan besar bahwa hal ini ditampilkan di stadion seperti ini, di mana orang-orang dari seluruh dunia menyaksikannya.”katanya.

Budaya Disiplin yang Menjadi Identitas Jepang

Aksi para suporter Jepang di Piala Dunia kembali memperlihatkan bagaimana budaya disiplin, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap fasilitas umum telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Negeri Sakura.

Di tengah sorotan terhadap performa tim nasional Jepang di lapangan, perilaku para pendukungnya di tribun juga berhasil memberikan kesan positif yang kuat. Tradisi sederhana berupa membersihkan sampah setelah pertandingan kembali membuktikan bahwa sportivitas tidak hanya ditunjukkan saat bertanding, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan dan menghormati sesama.