PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Indeks Kepercayaan Konsumen alias Consumer Confidence Index (CCI) Indonesia tercatat melemah ke level 120,9 pada Mei 2026, turun dari 123,0 pada April 2026. Angka tersebut menjadi level terendah sejak September 2025, meski masih berada di area optimistis.
Menurut Analis Mirae Asset Sekuritas, Novani Karina Saputri pada 12 Juni 2026, pelemahan ini terutama dipicu oleh turunnya persepsi kondisi ekonomi saat ini, tercermin dari penurunan Current Economic Conditions Index (CECI) sebesar 4,3 poin. Sementara itu, Consumer Expectations Index (CEI) relatif stabil di level 129,7, menandakan ekspektasi terhadap prospek ekonomi belum mengalami penurunan yang berarti.
Novani menilai penurunan kepercayaan konsumen terjadi seiring meningkatnya volatilitas harga pangan dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut membuat rumah tangga menjadi lebih berhati-hati dalam memandang prospek ekonomi ke depan.
“Segmen konsumen dengan pengeluaran bulanan Rp 4,1 juta–Rp 5 juta mencatat penurunan optimisme paling tajam, baik pada kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan. Kelompok ini merupakan kelas menengah yang paling rentan terhadap kenaikan biaya hidup dan tekanan cicilan,” tulis Novani dalam riset.
Dari sisi pendapatan, tekanan terhadap sentimen konsumen juga terlihat dari meningkatnya porsi pendapatan untuk pembayaran utang, yang naik dari 9,7% menjadi 10,2%. Sementara itu, tingkat tabungan menurun dari 18,2% menjadi 17,5%, mengindikasikan ruang konsumsi masyarakat yang semakin terbatas.
Ke depan, prospek konsumsi diperkirakan masih akan bergantung pada daya beli masyarakat, inflasi, serta kondisi pasar tenaga kerja. Kenaikan harga bahan bakar non-subsidi berpotensi menambah tekanan inflasi dan menahan laju konsumsi, sementara ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar dapat menjadi risiko tambahan bagi pemulihan kepercayaan konsumen.
Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas menilai sentimen konsumen masih berada di wilayah positif, sehingga konsumsi domestik belum menunjukkan pelemahan yang mengkhawatirkan dalam jangka pendek.











