BeritaInternasional

BGN Buka Peluang Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Kawasan 3T

Avatar photo
9
×

BGN Buka Peluang Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Kawasan 3T

Sebarkan artikel ini
BGN Buka Peluang Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Kawasan 3T


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) buka peluang menjadikan kantin sebagai pengganti dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan 3T. 

Kepala BGN, Nanik S Deyang menyebut skema ini bisa dijadikan solusi bagi beberapa kawasan yang hanya memiliki sedikit siswa. 

“Misalnya di Lombok Barat saya pernah ke satu pulau muridnya hanya 119, kan tidak mungkin juga didirikan dapur tapi disitu. Tapi ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan salah satu alternatif,” kata Nanik dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (8/6/2026). 

Menurut Nanik, hal ini juga merupakan bagian dari efisiensi yang dilakukan BGN agar tidak membangun dapur baru. 

Pihaknya juga berupaya menggandeng beberapa perusahaan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam menyediakan kantin untuk program MBG. 

“Seperti di Raja Ampat di sebuah pulau murid hanya 115, tapi di situ ada dapur umum CSR Pertamina. Kita bisa gunakan alternatif itu untuk efisiensi,” urai Nanik. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah efisiensi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan di lapangan.  

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Menurut dia, pemerintah masih menghitung skema terbaik untuk menekan biaya program tanpa mengganggu tujuan utama MBG, yakni memastikan peserta didik memperoleh akses makanan bergizi. 

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News