BeritaInternasional

Tolak Cairkan Aset Iran, Trump: Kesepakatan Damai Harus Tercapai Lebih Dulu!

Avatar photo
12
×

Tolak Cairkan Aset Iran, Trump: Kesepakatan Damai Harus Tercapai Lebih Dulu!

Sebarkan artikel ini
Tolak Cairkan Aset Iran, Trump: Kesepakatan Damai Harus Tercapai Lebih Dulu!


PRESSCORNER.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan mencairkan aset-aset Iran ataupun mencabut sanksi ekonomi apa pun sebelum kesepakatan damai yang komprehensif resmi tercapai.

Dalam wawancara eksklusif bersama program “Meet the Press” di saluran NBC News yang dilansir Reuters Minggu (7/6/2026), Trump menyatakan bahwa langkah-langkah pelonggaran tersebut baru akan dipertimbangkan setelah sebuah perjanjian damai ditandatangani oleh kedua belah pihak.

“Itu dilakukan belakangan,” kata Trump merujuk pada pencairan aset dan pencabutan sanksi.

“Ya. Jika mereka bersikap baik, jika mereka menunjukkan kinerja yang baik, kita baru akan mulai membicarakannya. Ya.”

Syarat Perjanjian Pendek dan Tekanan Militer

Dalam wawancara yang direkam pada hari Jumat tersebut, Trump juga menjelaskan bahwa dirinya tidak menuntut Lebanon untuk dilibatkan ke dalam draf kesepakatan jangka pendek dengan Teheran.

“Saya rasa mereka (Lebanon) ingin melihat kesepakatan itu terjadi, tetapi saya tidak menuntut mereka harus ada di dalamnya,” ujar Trump.

Seperti diketahui, pasukan militer gabungan AS dan Israel mulai melancarkan serangan udara masif ke Iran sejak 28 Februari lalu.

Sejak saat itu, pemerintahan Trump secara paralel terus berupaya menegosiasikan potensi perjanjian damai selama berminggu-minggu.

“Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka habis-habisan,” cetus Trump kepada NBC News dengan nada mengancam.

Isyarat Tahu Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran

Lebih lanjut, presiden dari Partai Republik ini menyatakan kesediaannya untuk berbicara langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Sosok Khamenei sendiri tercatat belum pernah lagi terlihat di hadapan publik sejak dilaporkan terluka akibat serangan udara AS di awal konflik.

“Saya tidak ingin mengatakan apakah saya tahu di mana dia berada atau tidak, tetapi ada probabilitas yang besar bahwa saya mengetahuinya,” ungkap Trump misterius.

Di sisi lain, jajaran pejabat tinggi di pemerintahan Trump, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara sejauh ini masih berjalan relatif stabil.

Di hadapan para anggota parlemen pekan lalu, Rubio menegaskan bahwa rangkaian serangan udara terbaru yang diluncurkan AS ke wilayah Iran murni merupakan tindakan defensif demi melindungi jalur logistik dan pasukan sekutu.