BeritaSulawesi SelatanSulsel

Rahasia Iran Rontokkan Jet Tempur Canggih AS: Ternyata Pakai Taktik Umpan!

Avatar photo
6
×

Rahasia Iran Rontokkan Jet Tempur Canggih AS: Ternyata Pakai Taktik Umpan!

Sebarkan artikel ini
Rahasia Iran Rontokkan Jet Tempur Canggih AS: Ternyata Pakai Taktik Umpan!


Presscorner.id – Keunggulan teknologi penerbangan militer Amerika Serikat kini menghadapi tantangan serius di medan tempur Timur Tengah. Insiden jatuhnya sejumlah jet tempur canggih baru-baru ini menjadi sinyal bahwa supremasi udara tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan fitur siluman (stealth), melainkan oleh adu strategi di darat.

​Taktik “Umpan” sebagai Kunci Pertahanan

​Dalam sebuah diskusi mendalam yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kompas TV, pakar strategi udara Agung Sasongko Jati memaparkan analisis menarik mengenai ketangguhan pertahanan udara Iran. Menurutnya, Iran tidak sekadar mengandalkan kekuatan senjata, melainkan kecerdikan dalam mengecoh lawan.

​Agung mengungkapkan bahwa Iran menggunakan aset-aset palsu atau dekoi untuk memancing serangan lawan. Strategi ini membuat pihak koalisi merasa telah melumpuhkan pertahanan udara musuh, padahal sistem utama seperti S-400 dan Bavar-373 tetap terjaga di lokasi tersembunyi.

​Kelemahan Jet Tempur di Ketinggian Rendah

​Titik balik dari kerugian besar alutsista AS, menurut analisis Agung di Kompas TV, terletak pada penggunaan sensor inframerah (Infrared Search and Track – IRST). Berbeda dengan radar yang bisa dideteksi oleh sistem peringatan dini pesawat, sensor inframerah bekerja secara pasif dengan melacak panas mesin.

​”Penguasaan udara di wilayah Iran pada ketinggian di bawah 15.000 kaki kini menjadi tantangan berat bagi jet tempur AS,” ungkap Agung dalam dialog tersebut. Hal ini dikarenakan jejak panas pesawat menjadi sangat kontras dan mudah dikunci oleh sistem pertahanan Iran saat pesawat dipaksa terbang rendah untuk identifikasi visual sasaran.

​Dampak Strategis dan Kerugian Materil

​Analisis ini mencatat kerugian yang tidak sedikit bagi militer AS, mencakup jet tempur tipe F-15 dan A-10, hingga pesawat angkut Hercules. Secara kalkulasi militer, hancurnya aset-aset tersebut bukan hanya soal hilangnya nyawa atau unit, melainkan kerugian finansial yang mencapai ratusan juta dolar dalam waktu singkat.

​Situasi ini diprediksi akan mengubah peta strategi operasi udara di kawasan tersebut. Ke depannya, efektivitas misi terbang rendah untuk dukungan darat perlu dikaji ulang mengingat risiko tinggi yang membayangi para pilot di wilayah udara yang kini dipersenjatai dengan sensor deteksi panas pasif.