PRESSCORNER.ID – ROMA. Perang Iran yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) dan Israel menjadi sentimen negatif bagi global. Bahkan, menurut Italia, yang merupakan sekutu AS, perang ini mempertaruhkan status kepemimpinan global AS.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyebut, sebagaimana dilaporkan Reuters, perang ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kegilaan eskalasi nuklir.
“Perang ini juga menempatkan Amerika Serikat dalam risiko kepemimpinan globalnya,” kata Crosetto kepada harian Italia Corriere della Sera dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Selasa (7/4/2026).
Crosetto mengatakan, ia khawatir konflik tersebut dapat berubah menjadi lebih buruk. Ia juga menyinggung soal pemboman nuklir AS terhadap Jepang pada tahun 1945 dalam Perang Dunia Kedua.
“Bayangkan saja: manusia seperti kitalah yang memutuskan bahwa bahkan Hiroshima dan Nagasaki pun merupakan cara yang dapat diterima untuk mengakhiri konflik,” kata Crosetto.
Crosetto mengatakan Trump seharusnya memiliki penasihat yang lebih berani. “Salah satu masalah kepresidenan ini adalah tidak ada yang berani menentang bos,” kata dia.
Dengan Trump yang marah atas sikap Eropa terhadap perang, Crosetto mengatakan Italia belum memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan militernya.
Meloni, yang sejauh ini menahan diri untuk tidak mengambil sikap keras terhadap perang tersebut, mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab selama akhir pekan untuk menunjukkan dukungan kepada negara-negara Teluk yang menghadapi serangan Iran dan untuk melindungi pasokan energi Italia saat dunia bergulat dengan kenaikan harga bahan bakar.
Italia termasuk sekutu AS yang enggan terlibat dalam serangan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Pekan lalu, Italia menolak izin bagi pesawat militer AS mendarat di pangkalan udara Sigonella di Sisilia, dalam perjalanan menuju Timur Tengah.












