BeritaSulawesi SelatanSulsel

Iran Izinkan Tiga Jenis Kapal Melintas di Selat Hormuz, Akses Masih Dibatasi

Avatar photo
5
×

Iran Izinkan Tiga Jenis Kapal Melintas di Selat Hormuz, Akses Masih Dibatasi

Sebarkan artikel ini
Iran Izinkan Tiga Jenis Kapal Melintas di Selat Hormuz, Akses Masih Dibatasi


Presscorner.id — Pemerintah Iran mulai melonggarkan akses pelayaran di Selat Hormuz dengan mengizinkan sejumlah kapal melintas secara terbatas, di tengah konflik kawasan yang masih berlangsung.

Kebijakan ini menunjukkan adanya “blokade selektif” yang diterapkan Teheran, di mana hanya jenis kapal dan negara tertentu yang diperbolehkan melintasi jalur vital tersebut.

Berdasarkan laporan intelijen maritim dan data pelacakan kapal, setidaknya terdapat tiga jenis kapal yang diizinkan melintas, yakni kapal tanker minyak, kapal pengangkut gas alam cair (LNG), serta kapal kargo komersial tertentu.

Kapal-kapal tersebut umumnya berasal dari negara yang memiliki hubungan baik atau dianggap mitra oleh Iran, seperti Jepang, Oman, hingga sejumlah negara Asia dan Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan peningkatan. Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat sedikitnya belasan kapal kembali melintasi jalur tersebut setelah sebelumnya mengalami penurunan drastis akibat ketegangan geopolitik.

Meski demikian, volume lalu lintas kapal masih jauh di bawah kondisi normal. Sebelum konflik memanas, Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi energi global dengan ratusan kapal melintas setiap hari.

Iran tetap memberlakukan pembatasan ketat terhadap kapal dari negara yang dianggap sebagai lawan, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya. Kebijakan ini mempertegas posisi strategis Iran dalam mengendalikan salah satu jalur energi terpenting dunia.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan lautan terbuka, dan dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi besar memicu lonjakan harga energi global serta berdampak pada stabilitas ekonomi internasional.

Dengan kondisi yang masih dinamis, pengamat menilai kebijakan pembukaan terbatas ini menjadi sinyal bahwa Iran tetap ingin menjaga arus perdagangan global, namun dengan kontrol penuh di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat. (*)