BeritaInternasional

Paus Leo: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Perang, Serukan Hentikan Konflik

Avatar photo
3
×

Paus Leo: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Perang, Serukan Hentikan Konflik

Sebarkan artikel ini
Paus Leo: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Perang, Serukan Hentikan Konflik


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Pemimpin Gereja Katolik dunia, Pope Leo, menyampaikan kritik keras terhadap para pemimpin yang memicu perang.

Dalam pernyataannya pada Minggu (29/3/2026), Paus menegaskan bahwa Tuhan menolak doa dari mereka yang tangannya “berlumuran darah”, di tengah konflik Iran yang telah memasuki bulan kedua.

Berbicara di hadapan puluhan ribu umat di Lapangan Santo Petrus, St. Peter’s Square, saat perayaan Palm Sunday yang menandai awal Pekan Suci menuju Paskah, Paus Leo menekankan bahwa ajaran Yesus tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang dalam bentuk apa pun.

“Inilah Tuhan kita: Yesus, Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan oleh siapa pun untuk membenarkan perang,” ujar Paus Leo di bawah cuaca cerah di Vatikan.

Ia juga mengutip ayat Alkitab untuk menegaskan bahwa doa para pelaku kekerasan tidak akan dikabulkan.

“(Yesus) tidak mendengarkan doa mereka yang berperang, melainkan menolaknya, dengan berkata: ‘Sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan: tanganmu penuh dengan darah’,” lanjutnya.

Seruan Gencatan Senjata dan Kritik terhadap Perang Iran

Meski tidak menyebut nama pemimpin tertentu, Paus Leo dalam beberapa pekan terakhir semakin vokal mengkritik perang yang melibatkan Iran. Ia berulang kali menyerukan gencatan senjata segera dan menilai serangan udara bersifat tidak pandang bulu serta seharusnya dilarang.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sorotan terhadap Retorika Keagamaan dalam Perang

Paus Leo juga menyoroti penggunaan narasi keagamaan untuk membenarkan aksi militer. Beberapa pejabat Amerika Serikat diketahui menggunakan bahasa religius dalam konteks konflik tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, misalnya, memimpin doa di Pentagon dan menyampaikan permohonan untuk “tindakan kekerasan yang dahsyat” terhadap pihak yang dianggap tidak layak mendapatkan belas kasihan.

Menanggapi hal ini, Paus kembali menegaskan ajaran damai dalam Kekristenan. Ia merujuk pada kisah dalam Alkitab ketika Yesus menegur pengikutnya yang menggunakan kekerasan saat penangkapan menjelang penyaliban.

“(Yesus) tidak mempersenjatai diri, tidak membela diri, dan tidak berperang,” ujar Paus Leo.

“Ia menunjukkan wajah Tuhan yang penuh kelembutan, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri, Ia justru rela disalibkan,” tambahnya.

Pesan Perdamaian di Tengah Konflik Global

Pernyataan Paus Leo ini menjadi salah satu kritik moral paling tegas dari Vatikan terhadap konflik geopolitik yang tengah berlangsung.

Dengan jumlah umat Katolik mencapai sekitar 1,4 miliar di seluruh dunia, seruan tersebut diharapkan dapat memperkuat tekanan global untuk menghentikan kekerasan dan mendorong penyelesaian damai.

Di tengah meningkatnya ketegangan global dan risiko krisis kemanusiaan, pesan perdamaian dari Vatikan menjadi pengingat penting akan nilai-nilai kemanusiaan dan urgensi dialog dalam menyelesaikan konflik internasional.