BeritaInternasional

Laba PetroChina Turun 4,5% pada 2025 Tertekan Harga Minyak

Avatar photo
1
×

Laba PetroChina Turun 4,5% pada 2025 Tertekan Harga Minyak

Sebarkan artikel ini
Laba PetroChina Turun 4,5% pada 2025 Tertekan Harga Minyak


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Perusahaan energi terbesar di Asia, PetroChina, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 4,5% pada tahun 2025 dibandingkan rekor tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga minyak global yang menekan kinerja keuangan perusahaan.

Dalam laporan ke Bursa Efek Shanghai, PetroChina mencatat laba bersih sebesar 157,3 miliar yuan (US$22,76 miliar), turun dari 164,7 miliar yuan pada 2024. Sementara itu, pendapatan perusahaan juga menyusut 2,5% menjadi 2.864,5 miliar yuan.

Penurunan kinerja ini juga terjadi di perusahaan energi besar China lainnya. CNOOC Ltd melaporkan penurunan laba bersih sebesar 11,5% menjadi 122,08 miliar yuan, sedangkan Sinopec mencatat penurunan laba hingga 37% menjadi 31,8 miliar yuan.

Produksi Naik, Harga Jadi Tekanan

Sepanjang 2025, PetroChina memproduksi 948 juta barel minyak mentah atau sekitar 2,6 juta barel per hari, naik 0,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi gas alam juga tumbuh 4,5% menjadi 5.363,2 miliar kaki kubik (bcf).

Namun, harga jual rata-rata minyak mentah yang direalisasikan turun 14,2% dibandingkan 2024, menjadi faktor utama yang menekan pendapatan.

Di sisi hilir, volume pengolahan minyak mentah PetroChina turun tipis 0,2% menjadi 1,376 miliar barel atau sekitar 3,77 juta barel per hari. Perusahaan juga menutup permanen kilang terbesar anak usahanya di China timur laut pada pertengahan 2025, sejalan dengan kebijakan pemerintah Beijing untuk membatasi kapasitas pengolahan minyak nasional.

Perubahan Pola Konsumsi Energi

Percepatan elektrifikasi di China turut memengaruhi permintaan bahan bakar. Penjualan bensin domestik PetroChina turun 2,3%, mencerminkan berkurangnya konsumsi akibat peralihan ke kendaraan listrik.

Sebaliknya, penjualan solar (diesel) meningkat 0,8%, sementara bahan bakar avtur (jet kerosene) mencatat lonjakan signifikan sebesar 18,3% seiring pemulihan sektor penerbangan.

Bisnis Gas Tetap Kuat

Di tengah tekanan harga minyak, segmen gas alam PetroChina tetap menunjukkan kinerja solid. Laba operasional dari bisnis ini naik 12,6% menjadi 60,8 miliar yuan, didorong oleh peningkatan volume penjualan domestik dan strategi pemasaran yang lebih agresif.

Perusahaan menilai faktor geopolitik global masih berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi, sehingga menciptakan risiko volatilitas yang tinggi.

Proyeksi dan Belanja Modal

Untuk 2026, PetroChina menargetkan produksi minyak mentah sebesar 941,3 juta barel dan produksi gas alam mencapai 5.470,5 miliar kaki kubik. Target output kilang dipatok sekitar 1,377 miliar barel atau 3,77 juta barel per hari.

Dari sisi investasi, PetroChina merencanakan belanja modal sebesar 279,4 miliar yuan pada 2026, meningkat dari realisasi 269,1 miliar yuan pada 2025.

Dengan kondisi pasar energi yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan transisi energi global, kinerja PetroChina ke depan diperkirakan akan tetap menghadapi tantangan, meskipun segmen gas memberikan bantalan pertumbuhan yang cukup kuat.