Presscorner.id – Sepuluh kepala keluarga di Jalan Sangir lorong 220 dan lorong 241 Jalan Bacan Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo harus mengungsi setelah hunian mereka ludes kebakar hanya menyisakan rangka kayu.
Menurut informasi oleh Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menyebutkan, api bermula di rumah salah seorang warga yang kemudian merembet ke rumah warga lainnya hingga kebakaran hebat pun terjadi.
Warga panik dan berusaha menyelamatkan harta benda mereka dan sebagian warga lainnya berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Aparat kepolisian dan TNI datang membantu warga sembari mengamankan lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi saksi.
Tidak lama berselang sirena pemadam kebakaran terdengar meraung-raung datang ke lokasi dan setibanya mereka langsung membagi diri untuk segera berjibaku dengan si jago merah.
Penyemburan pun dilakukan hingga api yang berkobar hebat langsung mengepis seketika padam, warga kehilangan tempat tinggal kemudian di ungsikan ke lokasi pengungsian. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun terdapat seorang anak berusia 8 tahun dengan cepat dilarikan kw Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami luka bakar.
Aparat kepolisian menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula dirumah seorang warga bernama Yusuf sekira pukul 16.00 WITA. Yusuf teriak meminta tolong hingga mengundang warga untuk melakukan pemadaman serta menginformasikan pihak pemadam kebakaran.
“Yusuf saat meminta tolong, ia kemudian menyelamatkan diri. Dan warga kemudian berusaha memadamkan api dan sebagian warga lainnya menginformasikan pihak Damkar, kepanikan pun saat itu tak terhindarkan lantaran api merembes ke pemukiman rumah warga lainnya yang terbuat dari material kayu,” ujar Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, Senin (16/2/2026).
Sementara Kepala BPBD Makassar, M Fadli Tahar menyebutkan, personel yang dikerahkan yakni dari regu 2 Posko Mulia Ujung Tanah mereka masing-masing Agum Purnama, Muh. Aldo Sabetto Syarif, Alif Akbar Herman. Dalam laporannya mengungkapkan bahwa dugaan sementara kebakaran dipicu kosleting.
“Dari sepuluh kepala keluarga yang dihuni 26 orang. Ada sembilan unit rumah permanen mengalami kerusakan berat sementara kerusakan ringan cuma satu unit . Pasca kebakaran polisi memasang garis polisi line kemudian melakukan penyelidikan penyebab kebakaran dibackup pengaman di lokasi oleh TNI. Hasil penyelidikan sementara oleh pihak kepolisian menyebutkan, kebakaran diduga kosleting seorang anak juga dilaporkan mengalami luka bakar dan mendapatkan perawatan intensif,” jelas Kepala BPBD Makassar, M Fadli Tahar dalam keterangan tertulisnya. (*)











